Wednesday, April 13, 2011









04 Apr 2011

05:20 Mata masih sedikit mengantuk, dengan diantar naik scoopy jadi juga berangkat ke Airport, namun ditengah perjalanan tepatnya di jalan Legian, sempat ada kemacetan dikit karena bule mabuk yang parkir di tengah jalan

05.50 Sampai di Bandara Ngurah Rai, sempat deg-degan dikit karena bagasi akan sampai ke AMQ padahal bagasi harus saya ambil di UPG untuk ganti pesawat. jadi semesampainya di UPG harus lapor dulu ke bag pasasi agar bagasi tidak terkirim ke AMQ.

08:35 Sampai di UPG, ternyata bagasi benar-benar masalah karena proses telalu lama, terpaksa pakai cara brutal dengan menyogok pegawai lion air agar proses di percepat, melayang deh Rp. 50.000. Di dalam pesawat Sriwijaya Air ketemu dengan Hendry, Zul, Riza & Sunyi.

12:45 Sampai di AMQ, nyari taksi gelap, dapatnya Toyota Rush, tawar menawar harga, Deal di Rp 150.000 sampai di dermaga Tulehu, dalam perjalanan masih telihat pemandangan sisa2 kerusuhan di Ambon, Pak Eman (driver taxi gelap) juga banyak cerita tentang Kota Ambon

01:55 Sampai di Dermaga Tulehu, makan siang di warung sekitar dermaga, dapat menu khusus Ikan assar dengan sambal Colo Colo, rasanya asam spt makan rujak ikan, nggak nyambung dengan lidah

15.26 Naik kapal cepat Cantika Torpedo (ongkos Rp. 91.000) banyak sekali pedagang asongan masuk ke dalam kapal jualan Roti Kaya, Manisan Pala.. etc

17:30 Sampai di dermaga Amahai, dijemput oleh Jumri dan Teguh, Petugas Taman Nasional Manusela


18:00 Sampai di Masohi, penginap semalam di Mess Taman Nasional Manusela, di sini juga dilanjutkan dengan re-packing dan pembagian jatah yang harus di bawa


05 Apr 2011
08:50 Siap siap berangkat pake mobil patroli polisi kehutanan untuk angkut barang + Avansa ke Tehoru (60rb per orang)
11:54 Sampai di Tehoru setelah melewati jalan rusak, kebun pala, coklat dan sagu , mampir sebentar di kantor Taman nasional dan ketemu pak Ige (Porter) serta menerima nasehat koramil dan beberapa pejabat kantor tersebut
12:50 Berangkat dari pelabuhan Tehoru naik 2 kapal ketinting ke Yaputih (50rb / orang)
14:01 Sampai di desa Yaputih, desa nelayan di pinggir laut langsung mulai naik dari 0m dpl, ada permasalahan dikit karena Porter yang kita sewa tidak ada disana tapi nunggu di desa Piliana jadi harus sewa porter untuk angkut satu Ransel ke Desa Piliana (50rb). Perjalanan dimulai dengan melewati kebun Sagu, Pala, Cengkeh, coklat, jalan berlumpur.

16:00 Sampai di sungai Yahe, dan harus menyebrangi sungai ini, biasanya kalau musim banjir kita tidak bisa melwatinya. Sempat terpelset disini jadi sepatu basah kuyup
16:50 Sampai di desa Titimula
17:00 Sampai di sungai Tehiye













18:00 Setelah perjalanan yang melelahkan sampai juga di desa Piliana, selama perjalanan banyak sekali menemukan pohon buah-buahan spt Duren, Jambu Bol, Manggis akan tetapi tidak satupun yang berbuah. Di desa Piliana kami disambut oleh Raja (kepala desa) negeri Piliana. Satu teko besar kopi disediakan oleh Istri Pak Kades, kami juga menerima wejangan dari Tetua Adat, berikut ini beberapa wejangan yang sepat saya catat :
- Gn. Manukupa dahulu merupakan sumber penghidupan bagi leluhur orang Piliana
- Tidak ada air di Gn. Manukupa dan Gn. Waipupu
- Turun dari Waipupu sebaiknya hati hati karena medan berupa karang terjal dan batu lepas lebih baik jalan sambil duduk
- Air terakhir ada di Ayimoto
- Tidak boleh teriak/ribut karena akan membangunkan Kamu-kamu (kabut)
Ada yang menarik di desa Piliana, walaupun sangat terpencil (bahkan warung pun gak ada), tapi hampir setiap rumah di lengkapi dengan Solar Cell, dan di rumah kepala desa ata telepon umum satlelit (walaupun belum berfungsi karena belum selesai di pasang)
Di rumah Pak Kades juga di sediakan makan, kopi dan pisang goren, disini kita bisa numpang mandi , air pancuranya bersih banget

06 Apr 2011
06:30 bangun pagi, bantuin Sunyi masak di dapur
08:00 belum juga berangkat karena Porter (Pak Yus) tidak bisa dtg terpaksa di cari pengganti Pak. Bandus
08:40 Akhir nya berangkat juga
09:15 Sampai di sungai Titimula (satu aliran dengan sungai titimula sebelumnya)
10:50 Sampai di Lukaihata, jalan Kayu Raksasa, disini juga sudah mulai harus menerabas semak2 karena sangat jarang dilewati, tanjakan dan batukarang licin mulai terasa disini
11:40 Istirahat makan siang di sungai Yahe
13:00 Tiba di sungai Yambitala, perjalanan di lanjutkan dengan tanjakan Sadis, mungkin kira2 60-80 derajat kemiringannya
15:30 Sampai di gunung Lukuamano
16:00 Camp (Gubuk) Lukuamano atau biasa juga disebut Liang, disini juga banyak sekali ada pohon gatal (jelatang) tapi anehnya di pakai sebagai obat pegal dan dingin oleh para porter
17:30 Sampai di Aimoto(1.100m) yang merupakan sumber air terakhir sebelum melewati gunung manukupa dan Waipupu, kita ngecamp semalam disini

07 Apr 2011
09:00 berangkat dari Aimoto, langsung di hajar dengan tanjakan sadis berhutan lebat dan karang berlumut
09:45 Sampai di Aiulanasalai
10:55 Sampai di Tenehuna
11:48 Sampai di Puncah highcamp, disini mulai banyak di temukan tanaman Nepenthes lumayan digunakan sebagai sumber air, perjalan ke puncak manukupa akan melewati hutan lumut yang panjang dan juga banyak jebakan karena terkadang tanah yang kita injak adalah lubang yang tertutup lumut, jadi harus hati hati karena kaki bisa terperosok sampai sebatas paha
16:25 Sampai di puncak Manukupa , karena perjalanan ke Nasapeha (sumber air terakhir sebelum puncak Binaiya) masih jauh kita terpaksa turun ke lembah untuk mencari tempat bermalam walaupun persediaan air sudah habis
17:55 Sampai di Isilali kita ngecamp disini tanpa makan dan minum (untung Apel masih ada untuk menahan rasa lapar dan haus)

08 Apr 2011
07:03 Berangkat dari Isilali untuk ngejar air di Nasapeha, semua pada kehausan dan lapar
10:30 Sampai di Gunung Bintang atau Waipupu
12:00 akhirnya sampai di Asapeha, minum air dari kubangan bekas rusa
13:55 Berangkat dari Nasapeha ke puncak Binaiya, selama perjalanan banyak melewati hutan centigi, Pakis Binaiya,
15:40 Akhirnya Sampai di Puncak Gn Binaiya, sempat terhibur karena melihat Rusa lagi cari air minum di puncak, walaupun tidak sempat photo karena larinya terlalu cepat










No comments:

Post a Comment