Thursday, May 17, 2012

Brompton transformation into eBrompton (DIY)


for Indonesian version : click here

It took a long time for searching way of  transformation Brompton into eBrompton. Starting from the price of electric kit that is compatible with the Brompton are average above of US$800, looking for china products that has more competitive price in alibaba, until searching on  the forum to find ways to modified products that are not compatible with the Brompton. 

Before



After


Finally the choice fell on the product of  CleanRepublic , although these products are not fully compatible with the Brompton but I found it on youtube anyone can modified it  for  Brompton, but in  the official forum of  CleanRepublic  someone finally gave up because of problems in the front fork that it should require little modification. I remain optimistic .. because in Indonesia, everything can be modified ;-).

image source :  CleanRepublic 

 After waiting more than 3 weeks, finally  I received the eBike kit, and would have to pay an  fee for customs.

But there is little problem on the package I received, switch batrey damaged / broken, this might be due to the lack of good handling. But even so, the damaged parts replaced immediately after I sent an email to the complain to   CleanRepublic  . While awaiting the arrival of the replacement part,  I  glue the broken part with the sumer glue called   "G", thank goodness all the way to normal.

The next process begins. Since I could not install the spokes by myself, my front wheel had to be brought to the bicycle repair shop  to replace the hub with the ebike  motor/dynamo. it took a day and an additional cost US@2.5  to replace / install spokes.














Another issue was the width of standard Brompton fork is just 7 cm, while the standard bicycle fork is 10cm.  I finally made the long bolts and 4 nuts  for bending the  fork little by little. do not try too hard to bend it into 10cm because it could  break the fork. the Fork in 10cm wide position with the bolt still attached, I  leave it overnight. The next morning when the bolt is removed, it turns back position again, and after a change in the measure only became to 8cm, was forced to re-process several times until a permanent width of 10cm.















The next step, installing the wheel, it did not fit to the fork due to the larger size of the dynamo bolts, so it should be widened slightly using a miser, as well as the locking ring and locking ring wheels to the body should participate in broadening the miser. 
Hmm fork is 10cm wide,  when the wheels attach to the fork, there was another problem, the hub dynamo to touch the fork because the fork shape still resembles the letter "V", finally brought to a fork in the welding shop to set up a fork and somewhat resembles the letter " U ", fortunately this process does not require heating, so as not to damage the paint. finally overcame all obstacles and dynamo hub is plugged in and ready to be ride..

Cabelling






 











Further testing: 
- the folding process ... there is no such change .. still smooth just like before modifiying.















- Add considerable weight of the bike, because there are additional dynamo hub and battery.

Specs:
  • Motor weight: 6 lbs.
  • Battery: Standard SLA 24V 8Ah 10-mile battery pack is 11lbs, 20-mile Lithium 24V 8.5Ah battery pack is 6 lbs
  • Motor type: Compact powerful planetary 24V 250W brushless BLDC PWM
  • Charge time: 2.5 hours Standard, 6 hours Lithium
  • Kit cruising speed: 15mph


- B2W (bike to work)…. smooth road, climbs well, and the importance of distance to work 24km taste is reduced by half, sweat? very little, so no more shower at office. 
- B2H (Bike to Home) full pedaling ... full of sweat ..
















The following minor changes to be done: 
1. Spokes should be replaced with a shorter, a few holes in the hub dynamo to be due to differences in the amount of unused (dynamo hub 32 holes, while the rim 24 holes













2. Fork width was changed from 7cm to 10cm













3. the shape of the fork should be more like the letter "U" of the letter "V", where the fork legs should be "somewhat" aligned. 
4. Fork base for hub, need to be broaden to make it fit with the ebike/dynamo.
5. Locking ring need to expand to make it fit with the ebike/dynamo.
6. Wheel locking ring need to expand to make it fit with the ebike/dynamo.














Or if you want the easy way .... Bring your bike to the bicycle repair shop ... btw sorry .. my english is very bad..

Monday, May 14, 2012

Transformasi Brompton menjadi eBrompton (D.I.Y.)

For English Version : Click Here

Perlu waktu lumayan lama untuk transformasi dari Brompton menjadi eBrompton. Mulai dari mahalnya harga electric kit yang kompatibel dengan brompton yang rata2 diatas 8jt an,  mencari produk2 china yag harganya lebih kompetitif di alibaba, sampai dengan search di forum bromton untuk mencari cara modif produk yang tidak kompatibel dengan Brompton.

Sebelum
Sesudah

Akhirnya pilihan jatuh pada produk CleanRepublic , walaupun produk ini tidak sepenuhnya kompatibel dengan brompton tapi saya menemukan di youtube ada yang berhasil memodif untuk brompton, walaupun di forum resmi CleanRepublic ada yang akhirnya menyerah karena permasalahan di fork depan yang memang harus memerlukan sedikit modifikasi. Saya tetap optimis.. karena di Indonesia, apapun bisa di modif.
Gambar di ambil dri web : CleanRepublic 

 Setelah menunggu lebih dari 3 minggu, akhirnya Paket Pos  ebike kit bisa saya terima, tentunya harus membayar juga biaya masuk bea cukai.
Tapi ada sedikit permaslahan pada paket yang saya terima, Saklar batrey rusak  / pecah, mungkin ini karena proses handling yang kurang bagus. Tapi walaupun begitu, part yang rusak langsung di ganti setelah saya kirim email komplin ke pihak CleanRepublic . Sambil menunggu datangnya part pengganti, untuk sementara Part yang pecah saya lem dengan lem "G" , syukurlah semua bisa jalan normal.

Selanjutnya proses di mulai. Karena saya tidak bisa pasang ruji/jari2 sendiri, terpaksa roda depan saya bongkar dan di bawa ke tukang sepeda untuk mengganti hub dengan dynamo. perlu waktu 1 hari dan tambahan biaya Rp 25rb untuk mengganti/memasang ruji/jari2.


Permasalahan lain  ternyata lebar standar fork brompton cuman 7cm, sementara fork sepeda standar adalah 10cm.  Pusing gimana cara ngakalin, akhirnya saya pakai baut panjang dan mur 4 biji untuk ngelebarin fork sedikit demi sedikit. sys gak berani langsung ngelebarin jadi 10cm karena ada takut kemungkinan fork akan patah. Fork dengan posisi lebar 10cm dengan baut masih terpasang saya biarkan semalaman. Esok paginya ketika baut dilepas, ternyata posisi balik lagi , dan setelah di ukur hanya berubah manjadi 8cm, terpaksa proses di ulang beberapa kali  sampai lebar permanen 10cm.


Langkah selanjutnya,  pemasangan roda , ternyata tidak cukup masuk ke fork karena ukuran baut dynamo lebih besar, jadi harus diperlebar sedikit menggunakan kikir, begitu pula ring pengunci dan ring pengunci roda ke body harus ikut di perlebar dengan kikir.

Hmm fork sudah lebar 10cm, ring2 dah masuk ke dynamo, ketika roda pasang ke garpu, ternyata ada masalah lagi, hub dynamo menyentuh fork karena betuk fork masih menyerupai huruf "V", akhirnya fork di bawa ke bengkel las untuk membetuk fork agar kaki2 fork lebih sejajar dan agak menyerupai huruf "U" , untungnya proses ini tidak memerlukan pemanasan, jadi tidak merusak cat.
akhirnya semua kendala teratasi dan dynamo hub terpasang dan siap dipakai

Selanjutnya testing :
- proses lipat … tidak ada yg berubah.. masih tetap lancar sama seperti sebelum di modif.
 


- berat sepeda lumayan nambah , karena ada tambahan dynamo hub , belum lagi ditambah dengan


Specs:
  • Motor weight: 6 lbs.
  • Battery: Standard SLA 10-mile 24V 8Ah battery pack is 11lbs, Lithium 20-mile 24V 8.5Ah battery pack is 6 lbs
  • Motor type: Compact powerful 250W 24V planetary brushless BLDC PWM
  • Charge time: 2.5 hours Standard, 6 hours Lithium
  • Kit cruising speed: 15mph


- B2W…. jalan lançar, tanjakan lançar, dan yang penting jarak tempuh ke tempat kerja 24km berasa berkurang setengahnya , keringat??? dikit banget, jadi ga mandi lg di kantor pun kaya nya gpp he he he  …
- B2H  … full gowes sekalian cari keringat ..




Berikut ini perubahan kecil yang harus dilakukan  :
1. Ruji / jari2 harus diganti dengan yang lebih pendek, beberapa lubang pada hub dynamo akan tidak terpakai karena perbedaan jumlah (hub dynamo 32 lubang, sementara rim 24 lubang

2. lebar Fork dirubah dari 7cm menjadi 10cm


3. Setelah dilebarkan, bentuk fork harus lebih menyerupai huruf "U" dari pada huruf "V", dimana kaki kaki fork harus "agak" sejajar.
4. dudukan hub harus di perlebar (bisa dikikir) supaya hub dynamo bisa masuk.
5. Ring pengunci harus di perlebar (bisa dikikir) supaya hub dynamo bisa masuk.
6. Ring pengunci roda ke body harus di perlebar (bisa dikikir) supaya hub dynamo bisa masuk.



Atau kalau mau cara gampang.... Bawa ke bengkel sepeda... beres... he he he

Wednesday, April 13, 2011









04 Apr 2011

05:20 Mata masih sedikit mengantuk, dengan diantar naik scoopy jadi juga berangkat ke Airport, namun ditengah perjalanan tepatnya di jalan Legian, sempat ada kemacetan dikit karena bule mabuk yang parkir di tengah jalan

05.50 Sampai di Bandara Ngurah Rai, sempat deg-degan dikit karena bagasi akan sampai ke AMQ padahal bagasi harus saya ambil di UPG untuk ganti pesawat. jadi semesampainya di UPG harus lapor dulu ke bag pasasi agar bagasi tidak terkirim ke AMQ.

08:35 Sampai di UPG, ternyata bagasi benar-benar masalah karena proses telalu lama, terpaksa pakai cara brutal dengan menyogok pegawai lion air agar proses di percepat, melayang deh Rp. 50.000. Di dalam pesawat Sriwijaya Air ketemu dengan Hendry, Zul, Riza & Sunyi.

12:45 Sampai di AMQ, nyari taksi gelap, dapatnya Toyota Rush, tawar menawar harga, Deal di Rp 150.000 sampai di dermaga Tulehu, dalam perjalanan masih telihat pemandangan sisa2 kerusuhan di Ambon, Pak Eman (driver taxi gelap) juga banyak cerita tentang Kota Ambon

01:55 Sampai di Dermaga Tulehu, makan siang di warung sekitar dermaga, dapat menu khusus Ikan assar dengan sambal Colo Colo, rasanya asam spt makan rujak ikan, nggak nyambung dengan lidah

15.26 Naik kapal cepat Cantika Torpedo (ongkos Rp. 91.000) banyak sekali pedagang asongan masuk ke dalam kapal jualan Roti Kaya, Manisan Pala.. etc

17:30 Sampai di dermaga Amahai, dijemput oleh Jumri dan Teguh, Petugas Taman Nasional Manusela


18:00 Sampai di Masohi, penginap semalam di Mess Taman Nasional Manusela, di sini juga dilanjutkan dengan re-packing dan pembagian jatah yang harus di bawa


05 Apr 2011
08:50 Siap siap berangkat pake mobil patroli polisi kehutanan untuk angkut barang + Avansa ke Tehoru (60rb per orang)
11:54 Sampai di Tehoru setelah melewati jalan rusak, kebun pala, coklat dan sagu , mampir sebentar di kantor Taman nasional dan ketemu pak Ige (Porter) serta menerima nasehat koramil dan beberapa pejabat kantor tersebut
12:50 Berangkat dari pelabuhan Tehoru naik 2 kapal ketinting ke Yaputih (50rb / orang)
14:01 Sampai di desa Yaputih, desa nelayan di pinggir laut langsung mulai naik dari 0m dpl, ada permasalahan dikit karena Porter yang kita sewa tidak ada disana tapi nunggu di desa Piliana jadi harus sewa porter untuk angkut satu Ransel ke Desa Piliana (50rb). Perjalanan dimulai dengan melewati kebun Sagu, Pala, Cengkeh, coklat, jalan berlumpur.

16:00 Sampai di sungai Yahe, dan harus menyebrangi sungai ini, biasanya kalau musim banjir kita tidak bisa melwatinya. Sempat terpelset disini jadi sepatu basah kuyup
16:50 Sampai di desa Titimula
17:00 Sampai di sungai Tehiye













18:00 Setelah perjalanan yang melelahkan sampai juga di desa Piliana, selama perjalanan banyak sekali menemukan pohon buah-buahan spt Duren, Jambu Bol, Manggis akan tetapi tidak satupun yang berbuah. Di desa Piliana kami disambut oleh Raja (kepala desa) negeri Piliana. Satu teko besar kopi disediakan oleh Istri Pak Kades, kami juga menerima wejangan dari Tetua Adat, berikut ini beberapa wejangan yang sepat saya catat :
- Gn. Manukupa dahulu merupakan sumber penghidupan bagi leluhur orang Piliana
- Tidak ada air di Gn. Manukupa dan Gn. Waipupu
- Turun dari Waipupu sebaiknya hati hati karena medan berupa karang terjal dan batu lepas lebih baik jalan sambil duduk
- Air terakhir ada di Ayimoto
- Tidak boleh teriak/ribut karena akan membangunkan Kamu-kamu (kabut)
Ada yang menarik di desa Piliana, walaupun sangat terpencil (bahkan warung pun gak ada), tapi hampir setiap rumah di lengkapi dengan Solar Cell, dan di rumah kepala desa ata telepon umum satlelit (walaupun belum berfungsi karena belum selesai di pasang)
Di rumah Pak Kades juga di sediakan makan, kopi dan pisang goren, disini kita bisa numpang mandi , air pancuranya bersih banget

06 Apr 2011
06:30 bangun pagi, bantuin Sunyi masak di dapur
08:00 belum juga berangkat karena Porter (Pak Yus) tidak bisa dtg terpaksa di cari pengganti Pak. Bandus
08:40 Akhir nya berangkat juga
09:15 Sampai di sungai Titimula (satu aliran dengan sungai titimula sebelumnya)
10:50 Sampai di Lukaihata, jalan Kayu Raksasa, disini juga sudah mulai harus menerabas semak2 karena sangat jarang dilewati, tanjakan dan batukarang licin mulai terasa disini
11:40 Istirahat makan siang di sungai Yahe
13:00 Tiba di sungai Yambitala, perjalanan di lanjutkan dengan tanjakan Sadis, mungkin kira2 60-80 derajat kemiringannya
15:30 Sampai di gunung Lukuamano
16:00 Camp (Gubuk) Lukuamano atau biasa juga disebut Liang, disini juga banyak sekali ada pohon gatal (jelatang) tapi anehnya di pakai sebagai obat pegal dan dingin oleh para porter
17:30 Sampai di Aimoto(1.100m) yang merupakan sumber air terakhir sebelum melewati gunung manukupa dan Waipupu, kita ngecamp semalam disini

07 Apr 2011
09:00 berangkat dari Aimoto, langsung di hajar dengan tanjakan sadis berhutan lebat dan karang berlumut
09:45 Sampai di Aiulanasalai
10:55 Sampai di Tenehuna
11:48 Sampai di Puncah highcamp, disini mulai banyak di temukan tanaman Nepenthes lumayan digunakan sebagai sumber air, perjalan ke puncak manukupa akan melewati hutan lumut yang panjang dan juga banyak jebakan karena terkadang tanah yang kita injak adalah lubang yang tertutup lumut, jadi harus hati hati karena kaki bisa terperosok sampai sebatas paha
16:25 Sampai di puncak Manukupa , karena perjalanan ke Nasapeha (sumber air terakhir sebelum puncak Binaiya) masih jauh kita terpaksa turun ke lembah untuk mencari tempat bermalam walaupun persediaan air sudah habis
17:55 Sampai di Isilali kita ngecamp disini tanpa makan dan minum (untung Apel masih ada untuk menahan rasa lapar dan haus)

08 Apr 2011
07:03 Berangkat dari Isilali untuk ngejar air di Nasapeha, semua pada kehausan dan lapar
10:30 Sampai di Gunung Bintang atau Waipupu
12:00 akhirnya sampai di Asapeha, minum air dari kubangan bekas rusa
13:55 Berangkat dari Nasapeha ke puncak Binaiya, selama perjalanan banyak melewati hutan centigi, Pakis Binaiya,
15:40 Akhirnya Sampai di Puncak Gn Binaiya, sempat terhibur karena melihat Rusa lagi cari air minum di puncak, walaupun tidak sempat photo karena larinya terlalu cepat